Tampilkan postingan dengan label Fikroh Aswaja. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Fikroh Aswaja. Tampilkan semua postingan

Selasa, 15 Maret 2016

Syekh Samir Ingatkan Muslim Indonesia akan Bahaya Wahabi

Syekh Samir Ingatkan Muslim Indonesia akan Bahaya Wahabi
Surabaya, NU Online
Umat Islam Indonesia harus belajar dari situasi yang terjadi di Timur Tengah. Jangan sampai kondisi damai yang ada di negara ini justru rusak karena hadirnya ajaran menyimpang, terutama dari kelompok Wahabi.

Peringatan ini disampaikan Alhabib Syekh Samir bin Abdurrahman Al-Khauli Al-Rifai Al-Husaini saat mengisi materi Daurah Aswaja Internasional di gedung PWNU Jawa Timur, Ahad, (13/3).

"Jaga Indonesia dari pengaruh ajaran yang menyimpang dari Ahlussunnah wal Jamaah. Kita jaga teguh ajaran yang penuh keteduhan ini jangan sampai diganggu dengan aliran ekstrim," katanya.

Dengan menggunakan bahasa Arab, Syekh Samir menjelaskan, Islam menyebar di negeri ini tanpa kekerasan apalagi pertumpahan darah. "Islam datang ke Indonesia lewat perdagangan. Dan karena akhlak pembawanya akhirnya menimbulkan simpati sehingga masyarakat berbondong-bondong memeluk Islam," ungkapnya. 

Guru besar asal Lebanon ini kembali mengingatkan jangan sampai di negeri ini terjadi pertumpahan darah lantaran kemunculan aliran yang gemar mengafirkan antarkelompok seperti yang dilakukan Wahabi.

"Tugas (menebar kedamaian) ini ada di pondok pesantren masing-masing peserta (dauroh) untuk saling bersinergi menjaga kondisi negeri agar tetap damai," terangnya.  

Oleh karena itu, syekh yang datang dengan mengenakan farwa atau baju kebesaran berwarna kuning emas tersebut mengingatkan peserta untuk menjaga diri agar tidak mudah terpengaruh golongan Wahabi yang bertentangan dengan Aswaja. "Kita harus selalu mengingatkan akan bahaya mereka (Wahabi)," katanya dengan suara lantang.

Sebagai bukti, Syekh Samir memaparkan bahwa dalam sejarahnya mereka mengaku dirinya sebagai Salafi atau pengikut ulama salaf. "Tapi pengakuan itu adalah dusta," sergahnya. Karena dalam perjalanannya, ketika kelompok ini menguasai sebuah negara dan akan menyatukan dalam sebuah barisan, padahal yang dilakukan adalah mengakafirkan bahkan membunuh kelompok muslim lain.

"Apa yang dilakukan mereka adalah memorak-porandakan sebuah negara dan kemanusiaan," katanya. 

Kepada negara dan kawasan yang dimasuki, lanjut Syekh Samir, Wahabi akan menebarkan bom, bunuh diri, takfir atau mengafirkan siapa saja yang tidak sepaham, lanjutnya.

"Untuk di Indonesia, Wahabi kerap mendirikan pesantren, lembaga kursus komputer yang di dalamnya mendoktrinkan ajaran ekstrim yang justru bertentangan dengan Aswaja," jelasnya. 

Karena itu Syekh Samir menyarankan agar jangan sampai mempercayakan pendidikan dan keterampilan generasi muda kepada mereka yang justru nantinya akan menentang Aswaja.

Di akhir ceramahnya, syekh mengajak peserta untuk menirukan kalimat yang diucapkan terkait tauhid, bahwa tiada sesuatu yang menyerupai-Nya (Allah). "Allah ada tanpa tempat," pungkasnya dengan bahasa Indonesia yang fasih. (Ibnu Nawawi/Zunus)
Sumber: NU Online


Rabu, 27 April 2011

Nasehat-Nasehat Hadratusyaikh Muhammad Hasyim Asy’ari

Al-MAWA'IDZ
Oleh: AL FAQIR MUHAMMAD HASYIM ASY’ARI


Bismillahirrahmanirrahim

(Surat ini) dari makhluk yang paling melarat, bahkan pada hakikatnya dari orang yang tidak punya sesuatu apapun, Muhammad Hasyim Asy’ari semoga Allah SWT mengampuni keturunannya dan seluruh umat muslim. Kepada teman-teman yang mulia penduduk tanah Jawa dan sekitarnya, baik ulama maupun masyarakat umum.

Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Benar-benar telah sampai kepadaku (sebuah kabar) bahwa api fitnah dan pertikaian telah terjadi diantara kalian semua. Maka aku merenung sejenak apa kira-kira sebabnya. Kemudian aku berkesimpulan bahwa sebab itu semua adalah karena masyarakat zaman sekarang telah banyak yang mengganti dan merubah kitab Allah SWT dan sunah Rasulullah SAW. Allah SWT berfirman dalam surat Al-Hujurat ayat 10 yang artinya:

“Orang-orang beriman itu sesungguhnya bersaudara. Sebab itu damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu”. (QS. 49 : 10)

Sementara masyarakat sekarang menjadikan orang mukmin sebagai musuh dan tidak ada upaya untuk mendamaikan diantara mereka, bahkan ada kecenderungan untuk merusaknya. Rasulullah SAW bersabda :

“Jangan kalian saling menebar iri dengki, jangan kalian saling membenci dan jangan saling bermusuhan. Jadilah kalian bersaudara wahai hamba-hamba Allah SWT”.